Ini Penjelasan Wakil Bupati Majene, Tentang Persoalan Tambang di Kelolah PT.Ciam
KABAR NEGARA | Majene, - Wakil Bupati Majene, Dr.Hj.Andi Rita Mariani, M. Pd, membantah tuduhan menyerukan penutupan PT Cadas Industri Azelia Mekar. Kunjungan kerjanya ke lokasi tambang di Kelurahan Lalampanua dan Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang pada Rabu (17/12/2025) bertujuan mendengarkan keluhan masyarakat dan tanggapan perusahaan, bukan untuk menutup operasi tambang."jelasnya
Wakil Bupati menegaskan bahwa penutupan perusahaan bukan wewenang pemerintah kabupaten, melainkan provinsi. Upaya ini bagian dari komitmen pemerintah daerah memahami dampak sosial dan lingkungan pertambangan di wilayah Majene.
Andi Rita Mariani Basharo. menegaskan Bahwa tujuan kunjungan saya kemarin mau mengetahui kondisi dan penjelasan dari semua elemen entah itu dari masyarakat yang dekat dengan Pertambangan atau Dari perusahaan.
" Harapannya agar masyarakat tetap mengedepankan nilai budaya mandar sipakatau sipakalabbi, dan patuh terhadap ketentuan hukum.
Nilai Agama: Mengacu pada prinsip-prinsip moral dan etika yang dianut, seperti keadilan, kasih sayang, kejujuran, dan penghormatan terhadap martabat manusia, yang menjadi landasan perilaku selama musyawarah.
Budaya dan Tradisi: Melibatkan penghormatan terhadap adat istiadat dan kearifan lokal yang mengajarkan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan penyelesaian konflik secara damai, seperti yang tercermin dalam budaya musyawarah mufakat di Indonesia.
Selan itu, Hukum NKRI: Menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil harus sejalan dengan peraturan perundang-undangan dan konstitusi yang berlaku, memastikan solusi tersebut sah secara hukum dan melindungi hak-hak semua warga negara.jika ada informasi di publik kedatangan saya di Lokasi Pertambangan ,itu murni untuk mendengarkan Aspirasi secara pandu dari warga di sekitar Pertambangan, Tegasnya
Laporan ; Wahid Halapir.

