Dzikir dan Doa Bersama Hari Bhayangkara ke-80, Polres Soppeng Perkuat Spirit Pengabdian untuk Masyarakat
KABAR NEGARA | SOPPENG - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Soppeng menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Darussalam, Jalan Pemuda, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kamis malam, 25 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Nur Kautsar Hasan, S.H., M.H., para Pejabat Utama Polres Soppeng dan Kodim 1423/Soppeng, personel Polri dan TNI, pimpinan SKPD, para camat, lurah dan kepala desa, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua BKMT beserta anggota, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta jamaah Masjid Agung Darussalam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Afandi, S.H., dilanjutkan dzikir bersama yang dipandu oleh Ustadz Muh. Tang, S.Pd.I., sambutan Kapolres Soppeng dan Wakil Bupati Soppeng, shalat Isya berjamaah, serta ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Fajar Jaganegara, S.Pd.I., M.H.I.
Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Tema tersebut memiliki makna mendalam sebagai refleksi atas perjalanan panjang Polri selama delapan dekade dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Kapolres menjelaskan bahwa selama 80 tahun, Polri terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Berbagai tantangan telah dihadapi, mulai dari menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, hingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh pengabdian tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk senantiasa berada di sisi masyarakat dalam setiap situasi dan kondisi.
Menurut Kapolres, tema Hari Bhayangkara tahun ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan Polri tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu, Polri harus terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan. Selain itu, Polri dituntut untuk semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui momentum dzikir dan doa bersama ini, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Soppeng untuk terus memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Kegiatan dzikir dan doa bersama yang dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini tidak hanya menjadi sarana memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan panjang pengabdian Polri, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui lantunan dzikir, doa, dan tausiah keagamaan, para peserta diajak untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, keikhlasan, serta semangat pengabdian dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya sinergi seluruh elemen daerah dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 21.10 WITA dalam suasana penuh kekhusyukan, aman, tertib, dan kondusif.

