Pekerjaan Pengaspalan di Soppeng Berlangsung Meski Hujan Muncul Pertanyaan Kesesuaian Prosedur
KABAR NEGARA | SOPPENG – Proyek strategis pelebaran dan pengaspalan jalan poros Soppeng–Sengkang yang melintasi wilayah Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan tajam. Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Rabu, 20 Mei 2026, terlihat indikasi ketidakpatuhan terhadap prosedur teknis, di mana pekerjaan penghamparan aspal campuran panas (hotmix) justru tetap dijalankan saat curah hujan turun cukup deras.
Bahkan, alat berat berupa kendaraan pemadat jalan atau yang umum dikenal sebagai road roller, tampak aktif beroperasi memadatkan lapisan aspal di tengah guyuran hujan tersebut. Pemandangan ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan pengamat apakah seluruh rangkaian pengerjaan pada proyek penting ini benar-benar telah dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang berlaku dan baku?
Praktik kerja di tengah hujan tersebut dinilai menyimpang jauh dari standar pelaksanaan pekerjaan jalan di Indonesia. Mengacu pada ketentuan umum dan standar teknis Bina Marga, proses penghamparan hingga pemadatan aspal khususnya jenis aspal panas secara tegas dilarang dilakukan saat hujan. Secara teknis, percampuran air hujan dengan material aspal diketahui dapat merusak daya rekat bahan, menurunkan kepadatan lapisan secara drastis, serta berpotensi membuat hasil konstruksi cepat rusak, mudah mengelupas, hingga berlubang dalam waktu pemakaian yang singkat.
Satu-satunya toleransi yang diperbolehkan adalah pekerjaan boleh berlangsung saat cuaca mendung, namun dengan syarat mutlak harus dihentikan seketika jika titik hujan mulai turun. Melanjutkan pekerjaan apalagi pada tahap pemadatan menggunakan alat berat saat hujan sudah turun, dianggap berisiko sangat tinggi menurunkan kualitas, kekuatan, dan umur pakai infrastruktur yang dibangun dengan biaya besar tersebut.
Merespons hal ini, pihak pelaksana proyek diminta segera memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat dan pemangku kepentingan berhak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai alasan di balik pelaksanaan pekerjaan yang dinilai menyimpang dari standar teknis, terlebih proyek peningkatan jalan ini sangat dinantikan manfaatnya bagi kelancaran transportasi daerah.
Selain itu, publik juga mendesak instansi terkait, termasuk tim pengawas lapangan dan penanggung jawab teknis proyek, untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan mendalam. Langkah ini diperlukan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur, sekaligus menjamin kualitas hasil akhir pekerjaan tetap sesuai spesifikasi, aman dilalui, dan tahan lama sesuai harapan masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek, tim pengawas maupun instansi terkait persoalan ini.
